SOSIALISME YES, KAPITALISME NO!.

Oleh:Irham Thoriq

"Sosialisme Tidak Akan Pernah Mati, Ia Akan Terus Hadir Dalam Setiap Nafas Kaum Yang Dihinakan, Dia Adalah Hantu Bagi Tuan-tuan Serakah, Malikat Bagi Kaum Miskin!!!"

tama kali saya memandang adalah adanya intervensi dari kapitalis untuk menaikan BBM. Memang sangat aneh Indonesia yang penghasil minyak justru tidak bisa mengelola apa yang telah di karuniai tuhan. Namun yang tidak pernah diketahui adalah ternyata Indonesia sebagai Negara penghasil minyak bumi, harus membeli dari perusahaan-perusahaan asing yang menguasai minyak bumi di Indonesia. Hal ini dikarenakan sumber daya alam minyak bumi di Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Hanya 10% yang di kelola pertamina yang lain dikelola oleh asing. Kita bagaikan burung yang lapar di lumbung padi. Dampak dari hal tersebut rakyatlah yang menjadi imbas dari keserakahan kapitalis baik dalam maupun luar negeri. Bayangkan saja masyarakat Indonesia yang penghasilan mayoritas masyarakatnya kecil harus menanggung harga BBM yang cukup besar. Kita bandingkan saja dengan beberapa Negara yang status ekonominya sedikit agak lebih baik. Yakni arab Saudi harga bensin hanya 1.100/ltr, mesir 2.200/ltr,kwait 2.000/ltr dan mesir 2.100/ltr dan sangat tidak obyektif bila di bandingkan dengan Negara-negara maju seperti America Serikat yang mencapai 7.300/ltr,inggris 19.000. itulah kira-kira gambaran betapa mahalnya bensin kita bila di bandingkan seobjektif mungkin dengan Negara berkembang lainnya.Indonesia merupakan surga bagaikan para kapitalis. Hampir di semua sektor Negara kita di kuasai oleh kapitalis, baik pendidikan ,politik dan tentunya ekonomi. Bisa di tebak ketika Negara di kuasai kapitalis hanya kesengsaraan yang di dapat oleh rakyatnya. Ya… bagaimana bisa sejahtera kalau menteri kesejahteraannya kaum kapitalis tulen yang hanya menguntungkan peribadibnya saja dalam setiap keputusannya. Ketika sebuah Negara di pimpin oleh kapitalis dan minimal pro kapitalisme hanya kesengsaraan lah yang akan di peroleh oleh rakyatnya. Sebagai contoh di Venezuela. Pada tahun 1989, tahun disaat terpilihnya Carlos Andres Perez sebagai presiden Venezuela, program ekonomi Neo-Liberal pro pasar bebas telah menjadi trend kebijakan yang dijadikan basis utama dalam menggerakkan arah perekonomian domestik negara Venezuela. Dampak dari semua hal tersebut krisis social-ekonomi di Venezuela semakin menjadi-jadi. Kemiskinan meningkat 65% dari tahun sebelumnya. Disaat badai krisis melanda Venezuela, letupan perlawanan yang berwujud dalam bentuk pemberontakan guna menggulingkan pemerintahan Perez terjadi dibawah pimpinan Hugo Rafael Chavez Fria, dan pada tahun 1998 Chafes kaum Sosialis tulen menjadi presiden Venezuela. Di bawah kepemimpinan Chavez, perombakan sistem dan kebijakan-kebijakan ekonomi-politik Venezuela mulai dilakukan dengan menerbitkan konstitusi baru yang tentunya lebih mencerminkan keberpihakan dan kepentingan mayoritas rakyat Venezuela. Undang-undang Bolivarian, begitu konstitusi ini sering disebut, Yang mengatur tentang hak dasar rakyat serta bagaimana demokrasi patisipatoris benar-benar harus diwujudkan secara total dibawah kontrol rakyat sendiri. Di dalam UUD tersebut tertuang jelas bagaimana negara menjamin hak rakyat atas tanah dalam makna distribusi secara merata kepada rakyat Venezuela. Hal yang paling fenomenal yang dilakukan oleh Chavez adalah melakukan kontrol atau Nasionalisasi total terhadap perusahaan minyak negara (PDVSA) untuk didistribusikan secara menyeluruh untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Venezuela. Dan setelah itu Venezuela yang di pimpin kaum Sosialis menjadi sejahtera bayangkan harga bensin di Venezuela hanya 603 rupiah/liter.Yang bisa kita pelajari dari Venezuela adalah ketika kapitalis memimpin yakni Carlos Andres Peres masyarakat menjadi melarat dan ketika digantikan Hugo Rafeal Chafez yang menganut sosialisme masyrakat menjadi rakyat makmur. Hanya sosialismelah mungkin yang hanya bisa memperbaiki perekonomian kita yang porak poranda. Kalau kita membicarakan sosialiame. Sosialisme adalah anti-tesis (lawan) dari kapitalisme. Segala nilai, moral, tata-berpikir, susunan kemasyarakatan dan cara kerja yang ada di bawah kapitalisme mendapatkan lawannya di bawah sosialisme. Jika kapitalisme mendewakan kepentingan pribadi, maka sosialisme mendahulukan kepentingan orang banyak. Jika kapitalisme mengejar kekayaan perorangan, sosialisme bekerja demi pemerataan kesejahteraan. Jika kapitalisme memperkenankan eksploitasi terhadap alam dan perempuan (termasuk seksualitas) demi memberi keuntungan pada segelintir orang, sosialisme berusaha keras memelihara keharmonisan dengan alam dan martabat perempuan. Jika kapitalisme menggunakan upah sebagai alat untuk membius buruh agar bekerja membanting tulang di pabrik-pabrik, sosialisme menggunakan alat-alat kesejahteraan sosial untuk membuat kehidupan buruh bertambah nyaman. Jika kapitalisme memperkenankan perang untuk berebut sumberdaya dan memaksa pihak yang lemah untuk tunduk, sosialisme berupaya memajukan perdamaian dunia dan hanya memperkenankan perang sebagai alat bela diri. Jika kapitalisme menghancurkan perikehidupan bertani dengan perampasan-perampasan tanah, sosialisme berusaha memajukan pertanian dengan melatih kaum tani bekerja dengan cara produksi yang modern dalam kemandirian dan kebersamaan. Pendeknya, sosialisme berusaha membalik segala keburukan dan dampak kapitalisme. Maka dari itu tiada jalan lain untuk mensejahterakan dan menurunkan harga BBM hanya pemimpin sosialis dan menganut sosialismelah yang bisa mengangkat kita dari kemiskinan yang sudah lama membelegu kita.Hampir pemilu 2009 pilihlah pemimpin berjiwa sosialisme bukan berjiwa kapitalisme. Sosialisme yes,kapitalisme no!.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy