KELAS DIKUNCI, MAHASISWA MENGELUH

oleh: irham thoriq


1.Pengambilan dan pengembalian kunci kelas pukul 06.30-13.00 di cleaning service (perlantai)
2.Pengambilan dan pengembalian kunci kelas pukul 13.00-14.00 di pos satpam(pintu masuk senelah selatan)
3.Pengambilan dan pengembalian kunci kelas pukul 14.00-20.00di kantor PKPBA (bpk. Hendra sugianto)
4.Pengembalian kunci ruangan dalam keadaan terkunci
5.Pengambil bertanggung jawab sepenuhnya atas ruangan tersebut.
Lima aitem kalimat diatas akhir-akhir ini menghiasi jendela-jendela kelas perkuliahan. Dari kejahuan tampak jelas terpampang diberbagai kelas berupa selembar kertas putih yang berisikan tata aturan pengambilan dan pengembalian kunci kelas yang memang kita ketahui bersama akhir-akhir ini kelas perkuliahan yakni gedung A dan B dikunci. 
 Dikuncinya kelas perkuliahan tersebut dikarenakan adanya LCD Proyektor dan CC TV disetiap kelas. Dikuncinya kelas perkulihan ini ditanggapi beraneka ragam oleh mahasiswa. Ada sebagian yang memang setuju karena penguncian tersebut demi keamanan kelas itu sendiri. Di sisi lain banyak mahasiswa yang memang tidak setuju kerena dipandang merepotkan. “ capek kasihan mahasiswa, satpam dan clening service yang bolak-balek mangurusi kunci dan lagian kalau kelas diluar seperti PKPBA kurang efektif ” ucap M. Fikri mahasiswa jurusan Teknik Informatika ini.
 Memang, dengan diterapkannya penguncian kelas perkuliahan ini sidikit banyak akan merepotkan dan membuat pekerjaan baru bagi para mahasiswa. Karena mahasiswa harus mengambil dan mengembalikan kunci ditempat yang telah disediakan oleh pihak kampus dan mereka juga harus menaruh KTM-nya kepenjaga kunci sebagai tanda jaminan. Akibat membuat ribet mahasiswa ini banyak mahasiswa yang mengeluh akibat kebijakan ini. Keluhan ini juga di lontarkan oleh Rahadi Eko Sampurno, mahasiswa asal lamongan ini mengeluhkan karena dia pernah dibuat menunggu lama karena petugas pemegang kunci yang di cari oleh ketua kelasnya tidak ketemu. “ ga’ setuju kelas dikunci proses belajar-mengajar gak maksimal, kemaren saja saya menunggu lama karena petugas gak ketemu” ucapnya dengan nada tinggi. 
 Dipihak lain cleaning service yang mendapatkan tugas menunggu kunci menganggap pekerjaan barunya ini yakni menanti mahasiswa mengambil dan mengembalikan kunci sebagai tanggung jawab yang diberikan oleh atasan dan harus dijalankan dengan penuh rasa tanggung jawab.” Ya…. Ini tanggung jawab bagaimanapun harus dilaksanakan mas” ucap ketua cleaning servis ini. Dia juga menambahkan bahwa dikuncinya kelas ini hanya demi keamanan semata, karena salama ini yang tidak ada CCTV dan LCD Proyektor saja sering kehilangan apalagi sekarang yang setiap kelas lengkap dengan CCTV dan LCD Proyektor. 
 Tugas clening cervis ini tidak hanya menunggu mahasiswa yang mau mengambil dan mengembalikan kunci saja. Tapi dia mempunyai tugas lagi yakni mengecek setiap kelas yang kuncinya telah dikembalikan. Kerena menurut cleaning service ada kadang kelas yang belum terkunci dan kuncinya sudah dikembalikan. Dari bertambahnya tugas cleaning service ini mareka awalnya sempat mengeluh. “Sempat ada keluhan dari rekan kami tapi kami sudah memotivasinya dan sekarang sudah tidak ada lagi yang mengeluh” ucap pegawai berbadan tinggi ini. Dan dia juga mempunyai sedikit harapan bahwa dengan ditambahnya tugas ini, gajinya akan ditambah juga.”selama ini masih belum ada penambahan gaji tapi mudah-mudahan gaji ditambah” ucapnya dengan nada sedikit bergurau.
 Dipihak lain Bpk. Heru sebagai kabag (kepala bagian) umum mengucapkan bahwa dikuncinya kelas ini dikarenakan pengamanan yang belum maksimal. Dia mengucapkan bahwa kelas dikunci ini karena ulah mahasiswa sendiri yang sering mengambil peralatan kampus. Dia mencontohkan dulu sebelum presiden SBY datang lampu di SC lantai satu penuh tapi sekarang sudah hilang 15 buah. Dan Dia juga menyebutkan bahwa pada dasarnya LCD dan CCTV yang dipasang dikelas-kelas akan dipasang semacam pengaman. “nantinya akan ada semacam pengaman bagi LCD Proyektor dan CCTV”. Tapi ketika tim redaksi bertanya apakah dalam dua bulan ini pengaman itu sudah ada agar kelas tidak dikunci lagi?. Beliau menjawab masih belum bisa mewujudkan pengaman LCD Proyektor dan CCTV dalam dua bulan terakhir ini, karena beliau beralasan anggaran dana yang belum ada. Selanjutnya, pertanyaan kita bersama sampai kapan mahasiswa dibuat menunggu dan dibuat repot hanya karena rangkain lima huruf ini yakni kunci?.
 
   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy