Pasar Tradisional Yang Kian Terpinggirkan


Keberadaan Pasar tradisional sangat penting bagi perjalanan ekonomi mikro bangsa ini, di dalamnya terdapat berbagai bentuk transaksi yang bisa membantu peretumbuhan ekonomi kecil dan menengah. Di pasar tradisional kebanyakan masyarakat melakukan transaksi, mulai dari sembako, alat rumah tangga dan baju sekalipun.
Kalau kita cermati di pedesaan banyak sekali pasar tradisional yang jauh dari kesan mewah dan bersahaja dengan terhadap lingkungan sekitar. Di pedesaan banyak kita jumpai dari kalangan petani dan nelayan menjadikan pasar tradisional sebagai tempat melakukan jual beli dari yang mereka hasilkan. Tempatnya yang bersahaja dan sederhana membuat pasar tradisional sangat digemari bagi rakyat kecil terutama dalam menjual hasil produksinya tanpa ada rasa ragu dan malu sedikitpun.
Namun dalam perkembangan zaman, pasar tradisional sedikit demi sedikit mulai tersingkirkan dengan banyaknya pasar modern dan mall yang lebih menjanjikan akan kenyamanan dan kemewahan. Barbagai kota besar dan kecil kita temukan mall dengan beraneka ragam nama. Mall inilah yang membuat pasar tradisional mulai tersingkirkan karena mall di anggap lebih mewah dan elit dari pada pasar tradisional.
Akhir-akhir ini kita dikejutkan tentang akan di jadikannya pasar dinoyo dan blimbing di kota malang sebagai pasar yang lebih modern. Ditempat itu akan dibangun pasar modern yang rencanannya akan bersebelahan atau berada di depan pasar tradisional. Berbagi demonstrasipun digelar oleh para pedagang yang merasa dirugikan karena sesuai rencana investor bahwa pasar tradisional akan ditaruh dibelakang mall yang akan dibangun.
Rencana pembangunan tersebut memang banyak memicu kontroversi terutama bagi pedagang yang sudah lama mengais rezeki di pasar tersebut. Mall yang direncanakan akan dibangun dengan dana Rp.441 Milyar ini tentunya sedikit banyak akan mengurangi pendapatan pedagang dari pasar tradisional tersebut. Hal ini dapat diperkirakan karena di masyarakat yang sudah modern yang ditandai dengan budaya konsumerisme ini akan lebih memilih pasar modern sebagai tempat belanja karena disitu terdapat kemewahan dan kemegahan meskipun harga yang lebih mahal.
Pasar tradisional yang semakin punah ini harus kita sikapi bersama karena bagaimanapun begitu banyak masyarakat yang mengais rezeki dari pasar tradisional. Pasar modern yang menjanjikan kemewahan dan elitis telah banyak memikat masyarakat untuk berbelanja dipasar modern. Hal ini membenarkan tentang pendapat Karl Mark bahwa saat ini yang mempunyai modal besar yang akan menguasai perekonomian. Sedangkan para pedagang kecil dipasar akan semakin tergerus oleh zaman modern.
Selain itu, kalau kita identifikasi penyebab punahnya pasar tradisional salah satunya dikarenakan media massa yang seringkali mempromosikan modernitas dan gaya hidup yang elitis. Gaya hidup yang serba barat inilah yang turut membentuk alam bawah sadar masyarakat akan gaya hidup yang hal ini memancing masyaratkat untuk berbondong-bondong ke pasar modern yang elit. Jarang sekali seumpamanya pemerintah mempromosikan pasar tradisional baik di media cetak dan elektronik, hal inillah yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk turut meningkatkan omset pedagang pasar tradidional. Hal ini perlu karena tugas pemerintah adalah memihak dan membela yang lemah bukan malah memiha kapitalis yang cendrung merugikan masyarakat kecil kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy