BAN CEPOT


Tahun baru yang lalu, saya beserta sahabat merayakan tahun baru di pantai Prigi di Trenggalek. Kita semuanya yang kuliah di malang, berangkat ke pantai dari rumah alfan teman saya di Trenggalek. Dalam perjalanan berangkat, iqbal dan sigit ditanyain teman saya yang ada dimalang, mereka berdua mengaku pergi ke jogjakarta dengan kereta api.
Sebelum berangkat dari rumah alfan. Ibuku telepon, supaya berhati-hati karena malam tahun baru ramai. Beliau bertanya tentang saya yang tahun baru kemana. Dengan nada santai dan berbohong karena takut dimarahin soalnya tidak izin saya mengaku di malang saja tidak kemana-mana.
Kamipun berangkat dengan mobil yang di bawa alfan. Perjalanan lancar-lancar saja, tidak ada kendalan dari mobil dan macetnya perjalanan. Setelah nyampe’ pantai kitapun merayakan tahun baru dipinggiran pantai prigi dengan main kartu dan makan-makan sepuasnya.
Ke-esokan harinya, kitapun balik dengan rencana mau mengunjungi rumah sahabat yang ada di nganjuk. Sepintas perjalanan lancar, tidak ada kendala. Di mobil kitapun bensanda gurau. Tidak jauh dari pantai, terasa mobil yang kita naiki bergoyang, Bergoyang seperti ada gempa bumi. Bruakk.. Terdengar dari telinga saya. Mobilpun bergoyang seakan mau terbalik, seketika alfan meminggirkan mobil ketepi jalan.
Kita turun, tidak disangka, ban kiri belakang mobil kita cepot. Ban mobil inipun cepot mengenai sepada motor pengguna jalan. Tak lama kemudian, orang yang terkena Ban mobil, melihat body sepeda motornya, setelah dilihat tidak ada kerusakan dan tidak ada lecet. Orang diseberang jalan tersebut menghampiri kami, dengan berpura-pura pincang, orang tersebut meminta kita uang untuk mengobati kakinya yang terkena ban. Padahal sepengatahuan warga sekitar, ban tidak mengenai kaki orang tersebut namun hanya mengenai sepeda motor bagian depan.
Setelah melihat sepeda motor tidak mengalami kerusakan, orang tersebut menarget kita uang. Pertamanya minta seratus ribu, kita bilang tidak ada kalu segitu, selanjutnya orang tersebut meminta lima puluh ribu dan kita masih tidak punya uang untuk bayar segitu banyaknya. Uang kita tinggal tiga puluh lima ribu, dan inilah yang kita kasihkan ke orang tersebut. Meskipun tahu kita ditarget dan dibohongi tapi tetap mengasihkan uang tersebut dari pada nanti berurusan dengan polisi.
Selanjutnya, karena pembenahan mobil membutuhkan waktu lama dan mencari bengkel tidak menemukan disekitar daerah tersebut. Kitapun harus mengambil alat kerumahnya alfan, karena alat dongkraknya alfan tidak membawa. Dan dengan i’itikad baik, orang yang rumahnya samping kita kecelakaan meminjamkan kita sepeda motor untuk mengambil alat.
Pemilik rumah ini sangat baik, selain ramah dengan kita yang terkena musibah, kami yang menunggu pembenahan dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore inipun memberi snack yang mengetahui bahwa kita kelaparan. Setelah selesai pembenahan, kamipun pamit pulang. Dan kami membelikan sesuatu untuk imbalan telah mmembantu kami dengan snacknya dan pinjeman motornya. Namun dengan senyum lebar, pemilik rumah tersebut menolak pemberian kita sambil berkata ”saya juga pernah mahasiswa, dan kewajiban saya sesama manusia adalah membantu yang terkena musibah dan membutuhkan” ungkapnya dengan nada sumringah.



Hikmah :
1. Kebohongan kepada orang tua dan teman tidak boleh karena akan menyusahkan diri kita sendiri.
2. Dalam dunia ini, selain ada orang jahat namun juga ada orang yang baik.

# Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp

Komentar

jumialely mengatakan…
salam persahabatan
Pakde Cholikh mengatakan…
Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.C.B
Artikel anda akan segera di catat
Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya
hilal alifi mengatakan…
woh iya, ham. Saya lupa kasih info lomba ini ke kamu. tapi kamu jauh lebih gesit, rupanya. :D

sukses...
kang ian dot com mengatakan…
hehehe makanya jngn boong sm ortu hihi suka ad efeknya ^^
salam sukses ya
irham mengatakan…
@kang Hilal: Hahaha... ni aja lihat dari blog pean...
@All: Salam Hangat....

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy