Pelatihan Untuk Kerukunan Dalam Beragama



Gerakan untuk menanggulangi umat agama yang anarkis layaknya sering dilakukan terutama bagi organisasi keagamaan yang mengaku moderat. Di ketahui, akhir-akhir ini kita dipertontonkan banyak kejadian kekerasan antar agama. Baik itu antar agama seperti islam-kristen, maupun sakte agama seperti ahmadiyah dan organisasi islam garis keras.
Untuk menaggulangi, Lakspedam NU kota Malang pada tanggal 25-27 Februari kemaren mengadakan pelatihan harakah nahdliyah. Bertempat di gedung Aswaja center Bumiaji Kota Batu, pelatihan gerakan ini di ikuti oleh berbagai utusan kecamatan dibawah naungan NU kota malang.
Tujuan utama pelatihan ini adalah mensinergikan gerakan arus bawah yang meliputi Majelis Perwakilan Cabang di lingkungan kota malang. Selain itu, maraknya gerakan islam radikal sebagai besar alasan kegiatan ini diadakan. NU sebagai organisasi social keagamaan yang moderat mempunyai kewajiban untuk turut serta mempunyai andil besar dalam perdamaian di bangsa ini.
Pelatihan selama tiga hari ini, banyak memberi keterampilan bagi kader-kader NU sebagai peserta. Di antara pemateri tersebut adalah Prof.Kacung Maridjan, guru besar Unair ini menyatakan bahwa NU dalam melaksanakan gerakannya haruslah sebagai organisasi mandiri. Dimana gerakan ekonomi berbasis agama penting sebagai alternative gerakan NU terutama dalam bidang agama.
Selain itu, dijelaskan juga silsilah munculnya gerakan islam radikal di nusantara. Munculnya gerakan islam redikal ini tentu tidak serta merta ada di Indonesia. Berbeda dengan wali songo yang melakukan akulturasi dan asimilasi budaya dalam melakukan penyebaran islam. Gerakan islam radikal banyak dipengaruhi oleh gerakan islam radikal yang ada di timur tengah. Diantaranya adalah Ikhwanul Muslimin yang ada di mesir, organisasi ini turut menjadi inspiratif dan pemicu munculnya gerakan mainstream yang ada di Indonesia semacam Hisbut Tahrir Indonesia.
Peserta juga banyak di beri keterampilan terutama dalam melakukan perangkat gerakan seprti analisis SWOT, ansos serta permasalahan yang muncul di berbagai wilayah. Keterampilan mencari dan memacahkan masalah ini dirasa penting dalam membuat sebuah gerakan arus bawah terutama dalam menjadikian kerukuanan antar umat beragama.
Tidak hanya itu, pelatihan ini juga di akhiri dengan dialog antar umat beragama di lingkungan kota malang. Dialog ini juga dilatar belakangi adanya FUB (Forum Umat Beragama) di kota malang. Dengan ada forum serta dialog ini diharapkan peserta pelatihan serta para umat beragama mempunyai kesedaran akan pentingnya kerukunan dan silaturahmi antar umat beragama.
Tentunya, pelatihan serta dialog umat beragama ini tidak hanya bisa di lakukan oleh NU saja. Namun bisa juga dilakuakan organisasi Civil Society yang peduli akan kedamian dan ketentraman di masyarakat. Semoga dengan adanya pelatihan ini umat beragam semakin tambah dewasa dan cerdas dalam bermasyarakat serta tidak mudah terprovokasi yang mengakibatkan konflik horizontal berkepanjangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy