Pemilu Mahasiswa Ricuh

Perhelatan pemilu mahasiswa pada taggal 26 April 2011 kembali ricuh di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Pemilu yang semula akan di laksanakan 16 maret di undur karena ricuh menjadi pada 26 april kemaren. Pemilu yang di helat di depan gedung Student Center ricuh untuk kedua kalinya.
Berawal dari Partai Pencerahan (PP) yang menganggap adanya pelanggaran konstitusi pada pemilu kali ini. Meskipun pihak BP2R ssebagai panitia pemilu telah menerangkan bahwa pemilu kali ini adalah legal sesuai surat edaran pembantu Rektor 3 yang menyatakan pemilu di undur selambat-lambatnya 2 bulan.
Namun pihak PP yang dari awal berindikasi untuk menggagalkan pemilu melakukan premanisme di kampus islam ini. Pihak PP menyerang panitia pemilu yang mengurusi pemilu mahasiswa tersebut. Layaknya preman kampung mereka menyerang secara membabi buta kepada pantia pemilu.
Tidak hanya menyerang, pihak PP yang di komandoi samawi inipun membakar kotak dan kertas suara. Pengamatan dilapangan dari berbagai sumber, bahwa pihak PP berniat untuk menggagalkan pemilu serta akan mentiadakan Republik Mahasiswa di UIN Malang selama setahun ini. Ada indikasi bahwa pihak PP takut untuk kalah yang dari awal memang kalah masa dari Partai Keadilan Demokrasi Mahasiswa (PKDM).
Kericuhan yang dibuat Partai Pencerahan tentunya sangat di sesalkan oleh kalangan civitas akademika UIN Malang. Salah satunya adalah Abdul Halim, “ini adalah tindakan tidak dewasa yang dilakukan oleh mahasiswa yang seharusnya menjadi teladan sebagai agent perubahan” ungkap mahasiswa psikologi ini.
Tidak hanya itu, akibat kejadian tersebut menjadikan kampus tidak kondusif dan proses belajar mengajar terganggu. Dari masing-masing partai melakukan demonstrasi yang mengakibatkan suasana pembelajaran terganggu serta tidak kondusif. Hal senada juga di sampaikan oleh Samsul, “Ini pemilu yang sarat akan premanisme, masak preman kayak gitu bisa mengobrak ngabrik kampus, pihak birokrasi harus menempuh tindakan hukum bagi para preman tersebut” Ungkap mahasiswa berambut cepak ini.
Kerugian akibat kerusuhan ini juga di alami oleh Hasyim Anwari sebagai panitia, dia mengalami luka-luka karena di hajar oleh pihak PP. Hasyim Anwari di gebuki sasaat setelah mengamankan kotak suara yang hendak di bakar oleh pengurus Partai Pencerahan. Malamnya, Hasyim Anwari melakukan Fisum untuk kemudian akan di tindak secara hukum oleh pihak berwajib dan melacak pengurus Partai Pencerahan yang melakukan pemukulan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy