Nyaris Tak Ikut DBL, Pemain Lobi Guru


Minim persiapan membuat SMA Kosayu pada awalnya tidak bermimpi untuk bisa tampil menjadi juara Development Basketball League (DBL) East Java Series South Region. Namun, berbekal pengalaman tahun lalu, tim ini berhasil meraih sukses.

Irham Thoriq

Kemarin (6/6) pagi sekitar pukul 10.00 tampak di depan gedung serba guna SMA Kolose Santo Yusuf, wajah 15 pemain dan pelatih Prasetya Citra Sukoco masih sumringah. Mereka membentuk lingkaran, tampak sertifikat bertulisan CHAMPION berada di tengah-tengah mereka.
Sertifikat tersebut adalah hasil juara DBL East Java Series South Region yang baru mereka raih setelah menang dramatis di final melawan SMAN 1 Blitar dengan skor tipis 60-59 pada Selasa (5/6) malam di GOR Pertamina Universitas Brawijaya (UB).
Serifikat berukuran sekitar 50 x 30 centimeter yang berlapis kaca tebal tersebut mereka pandangi terus. Bagaimana tidak, gelar juara tersebut sebelumnya tidak pernah terlintas di benak mereka.
Pelatih Prasetya Citra Sukoco membuka pembicaraan. Pria yang akrab dipanggil Citra ini menjelaskan bahwa dia sama sekali tidak menyangka bahwa timnya bisa menjadi juara dalam kejuaraan tersebut. Hal ini karena sekolah lain lebih siap segalanya dan tim SMA Kosayu memang minim persiapan.
Hanya satu bulan SMA Kosayu melakukan persiapan. Bahkan sebelumnya SMA Kosayu berniat tidak ikut dalam kejuaraan bergengsi tersebut karena mereka harus fokus pada ujian akhir sekolah (UAS) yang digelar pada 14 April lalu atau dua hari setelah pembukaan DBL.
Mengetahui bahwa sekolah memutuskan untuk tidak mengikuti DBL, para pemain pun melakukan lobi guru. Mereka beralasan ikut kegiatan ekstrakurikuler basket hanya ingin ikut DBL. ”Pemain waktu itu lobi pihak sekolah, akhirnya kami diperbolehkan ikut. Pada w`ktu itu kami daftar H-1 penutupan,” ungkap pria kelahiran 24 Januari 1984 itu. 
Baru setelah daftar, mereka melakukan latihan yang lumayan intens. Namun, karena SMA Kosayu merupakan sekolah favorit yang pemainnya juga disibukan tugas, Citra hanya menjadwalkan latihan dua kali dalam seminggu. ”Saya tidak bisa terlalu intens latihan, karena mereka sibuk UAS,” imbuhnya.
Namun, meski hanya mempunyai persiapan sedikit, Citra mempunyai cara untuk membakar semangat anak asuhnya. Cara tersebut adalah dengan melihat video rekaman pertandingan final DBL tahun sebelumnya dari berbagai daerah. Video tersebut mereka download dari Youtube.
Video yang banyak menggambarkan atmosfer final, mulai dari yang nangis karena timnya kalah, ada juga yang histeris. ”Kami pacu semangat mereka hanya dengan video,” imbuh pria alumni Fakultas Olahraga Universitas Negeri Malang tersebut.
Selain itu, kapten tim Ricky Pribadi menjelaskan bahwa laga final lalu merupakan laga terberat bagi mereka selama perhelatan DBL. ”Laga itu memang sangat berkesan bagi kami, karena yang awalnya kami kalah. Namun di menit-menit akhir kami bisa menang,” Ucapnya.
Berkat juara tersebut, SMA Kosayu berhak mewakili East Java Series-South Region dalam laga final di Surabaya melawan perwakilan   East Java Series-North Region yang akan digelar Sabtu (9/6) mendatang di DBL Arena Surabaya.”Kami yakin bisa menang dan menjadi juara lagi,” imbuh Ricky.
Bahkan untuk mengetahui kualitas lawannya, mereka menonton pertandingan final East Java Series-North Region yang mempertemukan SMA Freteran Surabaya dan SMA Negeri 9 Surabaya yang digelar tadi malam di DBL Arena Surabaya. ”Kami akan nonton dan merekam pertandingan mereka agar mengetahui kelemahan lawan kami,” tambahnya.
Selain itu, mereka juga mempunyai jargon penyemangat bagi dirinya masing-masing untuk meraih prestasi di sekolah dan di lapangan. Jargon tersebut adalah Menang, Surabaya, Naik Kelas. Setelah juara, mereka mengubah Jargonnya, Surabaya, Menang, Naik Kelas. ”Jargon ini untuk penyemangat anak-anak aja,” terang Citra. 
Berkat juara tersebut, pemain SMA Kosayu mempunyai spirit untuk meneruskan cita-cita mereka yang kebanyakan berkeinginan menjadi pemain basket profesional. Salah satunya adalah pemain berposisi forward Alfrdo Hidayat.”Saya ingin menjadi pemain basket Bimasakti, karena saya juga asli Malang,” ungkap pemain yang mengaku fans Yanuar Dwi Priasmoro ini.
Pada tahun ini, SMA Kosayu memang cukup berpresatasi. Pada April lalu, tim tersebut juga menjadi juara I pada kejuaraan daerah (kejurda) basket yang diadakan Perbasi Kota Malang. Sebagaimana diketahui, SMA Kosayu lolos ke final setelah menjadi juara grup. SMA Kosayu satu grup dengan SMAN 6 Kota Malang, SMAN 1 Kediri, SMKN 8 Kota Malang. Di babak delapan besar mereka mengalahkan SMAN 1 Jember, sedangkan babak semifinal mereka mengalahkan SMAN 2 Jember.  (*/ziz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy