Rela Jemput Atlet ke Rumah agar Semangat Latihan


Usia Anna Mairatna sudah 60 tahun. Namun, dia masih sibuk menjadi pelatih senam profesional maupun menjadi instruktur senam kesehatan. Apa yang membuatnya tetap aktif di senam?

Irham Thoriq 


Selasa (15/5) pagi sekitar pukul 08.30 tampak wajah Anna Mairatna masih berkeringat saat ditemui Radar di Taman Rekreasi Kota Malang (Tarekot). Perempuan yang sudah berumur 60 tahun ini baru selesai memimpin senam yang dilakukan PNS Pemkot Malang. ”Setiap Selasa saya memimpin senam di sini,” ucap perempuan kelahiran 16 Oktober 1952 itu.
Meskipun sudah 60 tahun, ibu dua anak tersebut belum tampak begitu tua. Mungkin karena dia aktif berolahraga tiap hari. Ya, Anna adalah ketua harian Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia) Kota Malang sekaligus pelatih senam.
Anna termasuk salah satu pioner senam di Kota Malang. Ceritanya, pada 2002 lalu, dia yang masih menjadi PNS di Pemkot Malang diminta Ketua Harian KONI Kota Malang saat itu Bambang Dharmawan Suyono –mantan sekkota yang kini menduduki wakil ketua umum KONI Kota Malang–  untuk mendirikan Persani yang waktu itu belum ada. Anna yang aktif sebagai instruktur senam di pemkot langsung mengiyakan tawaran tersebut. Apalagi, dirinya ingin menghabiskan waktu tuanya menjadi pelatih senam. ”Saya dimintai tolong oleh Pak Bambang untuk membentuk Persani. Tidak pikir lama, saya langsung mengiyakan,” tutur alumnus Universitas Wisnuwardhana ini.
Namun, kendalanya, Anna merasa tidak mempunyai teman untuk mendirikan Persani. Dia lantas mencari kolega untuk dijadikan ketua umum. Waktu itu dia hanya ingin menjadi ketua harian. ”Saya lebih suka mengurusi hal teknis sambil menjadi pelatih senam,” ucapnya.
Saat itu Anna meminta Ketua DPRD Kota Malang Sri Rahayu –yang kini menjadi anggota DPR RI– untuk menjadi ketua umum Persani. ”Ibu Sri langsung setuju karena beliau juga suka senam,” tutur nenek satu cucu ini. 
Setelah melakukan banyak persiapan, tahun 2002 Persani Kota Malang berdiri. Sejak itu pula, Anna menjadi pelatih senam profesional di Persani yang merupakan cabang olahraga di bawah KONI Kota Malang. 
Meskipun telah berdiri, Persani waktu itu masih asing di telinga warga Kota Malang. Imbasnya, Persani masih kesulitan merekrut atlet. Sapai-sampai, Anna juga ikut turun langsung mencari atlet pontensial ”Waktu itu saya ke sekolah-sekolah dari SD sampai SMP se-Kota Malang untuk menyebar brosur perekrutan atlet. Lama-lama yang ikut lumayan,” kenang perempuan berkulit putih ini.
Selama sepuluh tahun menjadi pelatih senam profesional, Anna sangat mencintai profesinya itu. Namun, dia tidak melupakan senam kesehatan sehari-hari. Meskipun sudah tua, dia punya jadwal yang sangat padat. Hampir setiap hari dirinya melatih alet senam profesional Kota Malang untuk menghadapi kejuaraan. Selain itu, dia aktif sebagai instruktur senam di berbagai tempat seperti pemkot, Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia). Anna juga mendirikan sanggar senam di rumahnya.

Komentar

bayu putra mengatakan…
widiihhh sampek segitunya yaa... hmmm ngomong2 nich kalo tempat jual baju senam body image itu dimana ya....???

Postingan populer dari blog ini

Perlawanan Kampung Tempe Sanan Terhadap Kue Artis Teuku Wisnu, Krisdayanti, dan Kawan-Kawan

Mondok dan Islam Internet ala Jonru

Pelajaran Salat Taraweh untuk Menteri Muhadjir Effendy